Tentang berpikir kritis

 

Seorang anak SD orang tuanya meninggal dunia. Beberapa bulan kemudian bertepatan dengan lulusnya dia dari sekolah om nya datang memberikan uang 1 juta. Dia senang bukan main. Ia berterimakasih sebesar-besarnya karena telah dikasih uang besar dan ia menganggap Om nya adalah orang baik. Dia mewujudkan cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan ke pesantren. Uang nya ia pakai untuk keperluan di pesantren seperti kitab dll. Setelah lulus ia mempelajari banyak ilmu termasuk ilmu waris. Ia penasaran dengan warisan orang tuanya dulu. Dan ternyata ia berhak menerima uang 50 juta. Dan saat ditagih om nya tidak mau memberikan karena mungkin uangnya sudah tidak ada. Akhirnya om nya yg dianggap orang baik ternyata dia adalah orang jahat. Di awal anak ini memiliki pemikiran bahwa om nya baik walaupun ternyata faktanya tidak demikian. Sebuah hal yg bertahun tahun diyakini dia sirna begitu saja
Ini sering terjadi dalam kehidupan kita. Kita menganggap sesuatu itu benar karena kesan awal. Karena keterbatasan pengetahuan kita di saat kita menerima informasi. Padahal yg sebenarnya terjadi sangat berbeda dengan apa yg diyakini saat ini. Bisa jadi kita ada di posisi anak itu tapi kita belum menyadarinya. Kita sering mempercayai hal karena diucapkan oleh seseorang. Kita sering mempercayai hal yg sudah lumrah di masyarakat. Apa yg umum diketahui kita percaya itu adalah kebenaran padahal bisa jadi kenyataan nya bukan begitu.
Hal ini terjadi di zaman Galileo Galilei. Saat dia mengatakan bahwa bumi itu bulat banyak orang yg marah ke dia karena dia menentang gereja. Tapi sekarang abad 20 orang yg percaya bumi tidak bulat disebut bodoh tidak sekolah. Kita sering mempercayai klaim begitu saja. Padahal belum tentu klaim itu benar. Maka bagaimana caranya agar kita tahu klaim tertentu benar atau klaim tertentu salah. Bukan hanya dengan mendengar nya dari orang-orang. Karena orang-orang Yunani salah dalam melihat fakta. Makanya ada yg namanya metodologi. Ada metodologi rasional ada empiris

Kita ini adalah anak kecil itu yg masih percaya kalo uangnya yg ia berhak memiliki nya hanya 1 juta. Kita masih belum sampai ke pemahaman tentang 50 juta lalu bagaimana cara nya agar kita bisa sampai ke pemahaman yg 50 juta.





Postingan populer dari blog ini

Kegunaan ilmu

Rocky gerung

Animisme dan dinamisme tidak musyrik jika dipahami dengan tauhid